Belajar Dari Sriwahyuni, Mahasiswa Dengan Penghasilan Tinggi

Jangan kamu pikir mahasiswa bisanya hanya meminta uang dengan orang tua saja. Salah besar. Jika kamu mengetahui kisah Sriwahyuni pemilik usaha Bawang Berani Rumbia, mungkin kamu akan terisnpirasi.

Namanya Sriwahyuni seorang mahasiswa di suatu institut di Makasar. Di tengah-tengah kesibukannya dalam menimba ilmu, diam-diam Sriwahyuni memiliki ide yang mungkin tak semua orang pernah pikirkan. Sepertinya Sriwahyuni sangat menyukai bawang merah, sampai-sampai ia memiliki cita-cita untuk memiliki sebuah merk dagangnya sendiri. Apakah Sriwahuni ingin berdagang bawang merah? Bukan. Sriwahyuni justru ingin memanfaatkan bawang merah sebagai bahan untuk pembuatan keripiknya.

Keripik bawang merah, adalah ide yang sangat sempurna. Setidaknya itulah yang Sriwahyuni pikirkan saat itu. Namun, Sriwahyuni memiliki keberanian dalam merealisasikan cita-citanya. Ia memiliki prinsip yang sepertinya patut dicontoh oleh mahasiswa lainnya. Sriwahyuni berkata, “Ingat perkataan orang tua saya dulu, ketika kamu mau berhasil, dan tidak mau melakukan apapun, maka kamu akan gagal. Tapi ketika kamu mau berani, berusaha dan melewatinya maka berhasil bisa jadi kenyataan. berani itu saya coba terus dan membuat saya percaya diri”. Ini baru prinsip!

Dengan prinsip tersebut dan demi cita-citanya, Sriwahyuni mengikuti program wirausaha mahasiswa. Lalu Sriwahyuni mendapatkan uang untuk modal sebesar Rp 6.000.000. Dengan keberanian, Sriwahyuni pulang ke kampungnya di Jenepotoh, Sulawesi Selatan. Kemudian Sriwahyuni menggarap lahan 1 hektar milik orangtuanya. Setelah digarap, Sriwahyuni membudidayakan bawang merah. Satu kali budidaya memakan wakan waktu 3-4 bulan.

sriwahyuni, usaha keripik bawang merah
Setelah budidaya bawang merahnya tercukupi, Sriwahyuni mengolah keripik bawang merah dan menjualnya dengan harga RP 15.000 per bungkus. Lantas, berapa pendapatan yang ia dapatkan? Sebsar Rp 16-20 juta per bulannya. Besar bukan?

Nah, uniknya Sriwahyuni tidak hanya menjual keripik bawang merah saja, namun Sriwahyuni juga menjual bawang merah hasil budidayanya. Istilahnya “sambil menyelam minum air”.

Oh ya, kini bisnis keripik bawang merah sudah menyebar di beberapa daerah di Indonesia. Bahkan pemasarannya sudah mencapai luar negeri. Hanya dengan bawang merah saja bisa kaya raya. Masa kita gak bisa?

This post has already been read 910 times!

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>