Istilah Yang Sering Muncul Dalam Ilmu Ekonomi (4)

  1. Ekstensifikasi modal : tingkat pertumbuhan jumlah modal riil yg tepat sama dengan pertambahan angkatan kerja .
  2. Ekuilibrium koperatif: hasil yg dicapai oleh kedua partisipan ketika mereka bertindak serempak
  3. Equity : Modal yang ditanamkan oleh pemilik modal (investor) baik berupa saham atau aktiva lainnya.
  4. Expired cost : Biaya yang sudah dikonsumsi habis pada tahun berjalan.
  5. Fixed Asset/ aktiva tetap : Harta/ aktiva perusahaan yang nilai ekonomisnya lebih dari satu tahun.
  6. Fixed cost/ biaya tetap : Biaya yang jumlah totalnya tidak berubah, walaupun kapasitas dan volume kegiatan berubah.
  7. Garis anggaran : garis disuatu grafik yg sumbu – sumbunya menggambarkan kombinasi barang yg bisa dibeli oleh konsumen menurut pendapatan.
  8. Imputed cost/ biaya modal sendiri : Suatu konsep yang pada dasarnya sama dengan biaya kesempatan, yaitu kesempatan memperoleh penghasilan dari modal sendiri akibat modal sendiri tersebut harus digunakan untuk beroperasi.
  9. Indirect cost/ biaya tak langsung : Biaya yang dikeluarkan/ dibebankan dimana biaya tersebut tidak bisa dihubungkan langsung dengan obyek yang dibebani/ dibiayai.
  10. Job order costing/ harga pokok pesanan : Suatu metode harga pokok yang cocok untuk perusahaan-perusahaan yang mengolah produksinya berdasarkan pesanan pihak tertentu.
  11. Joint cost/ biaya bersama : Biaya overhead bersama yang harus dialokasikan ke berbagai departemen, baik dalam perusahaan yang kegiatan produksinya berdasarkan pesanan maupun yang kegiatan produksinya dilakukan secara massa.
  12. Losses : Expired cost yang tidak mempunyai sumbangan pada pembentukan pendapatan tahun berjalan.
  13. Marginal cost/ biaya marginal : Tambahan biaya karena keputusan untuk menambah unit yang diproduksi.
  14. Merger : Penggabungan dua perusahaan atau lebih dengan satu nama perusahaan.
  15. Mixed cost/ biaya campuran : Biaya yang bersifat campuran antara biaya variabel dan biaya tetap.
  16. Opportunity cost/ biaya kesempatan : Biaya karena kesempatan memperoleh penghasilan.
  17. Period cost : Biaya yang setiap periode harus tetap dikeluarkan atau dibebankan tanpa dipengaruhi perubahan kapasitas kegiatan.
  18. Process costing / harga pokok proses : Suatu metode harga pokok yang cocok untuk perusahaan yang mengolah produksinya secara continue.
  19. Product cost/ biaya produksi : Biaya yang dikeluarkan oleh fungsi produksi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi.
  20. Production cost report : Laporan tentang biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan.
  21. Production quantity budget : Anggaran tentang jumlah barang yang akan diproduksi pada satu periode tertentu.
  22. Profit plan : Rencana dari manajemen yang meliputi seluruh tahap dari operasi di masa yang akan datang untuk mencapai tujuan perusahaan yaitu memperoleh laba.
  23. Relevant cost/ biaya relevan : Biaya yang patut dipertimbangkan sebagai dasar pengambilan keputusan.
  24. Semi fixed cost/ biaya semi fixed : Biaya yang tetap untuk tingkat volume kegiatan tertentu dan berubah dengan jumlah yang konstan pada volume produksi tertentu.
  25. Semi variable cost/ biaya semi variable : Biaya yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan.
  26. Sunk cost : Biaya akibat keputusan masa lalu yang akibatnya harus dibukukan sekarang.
  27. Unexpired cost : Biaya yang belum dikonsumsi tahun berjalan dan diharapkan akan dipakai untuk membentuk pendapatan di masa yang akan datang.
  28. Variabel cost/ biaya variable :Biaya yang jumlah totalnya berubah-ubah secara proporsional (dalam persentase yang sebanding) dengan perubahan kegiatan.
  29. Variabel costing : Suatu metode penentuan harga pokok dimana penyajian laporan laba rugi dan perhitungan harga pokok didasarkan atas tingkah laku biaya.

This post has already been read 1281 times!

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>