Pemerintah Petakan 4 Daerah Ekonomi Kreatif, Apa Saja Itu?

ekonomi kreatif

Ekonomi kreatif sudah menjadi suatu hal yang penting untuk diperhatikan pemerintah. Maka tidak mengherankan jika pemerintah sendiri sebenarnya telah memetakan setidaknya empat daerah di Indonesia dalam program pengembangan ekonomi kreatif. Keempat daerah ini juga akan dijadikan contoh atau referensi bagi pengembangan sektor ekonomi kreatif di tanah air. Apa saja keempat daerah tersebut?

ekonomi kreatif 2013

ekonomi kreatif 2013 – anneahira.com

Yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta, Pekalongan, Solo dan Bandung. Keempat daerah ini memang dikenal sebagai daerah yang sering menyumbangkan berbagai jenis industri berbasis ekonomi kreatif. Dengan menobatkan keempat daerah ini, tentunya diperlukan koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Hal inilah yang diungkapkan oleh Edi Cahyono Sugiharto, Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan.

Lebih lanjut, koordinasi yang kuat antara pusat dan daerah tadi tentunya terkait dengan tujuan menjadikan keempat daerah di atas sebagai referensi bagi berbagi daerah lainnya. Bagaimana pun juga, keadaan atau kondisi yang sebenarnya lah yang memang diperlukan sebagai bahan penilaian serta contoh tentang sejauh apa ekonomi kreatif berhasil diterapkan.

Seperti diketahui, ekonomi kreatif telah menjadi salah satu pondasi penting untuk menunjang keberhasilan ekonomi global. Jenis industri ini memang sedang mengalami pertumbuhan. Pertumbuhannya pun juga didukung oleh berbagai pihak, baik pemerintah maupun sumber daya manusia (SDM) di tiap daerah.

Namun demikian, tetap saja masih ada hambatannya. Seperti dijelaskan Edi, jika salah satu permasalahan utama yang dimiliki SDM di daerah adalah ketidakmampuan berbahasa asing. Agaknya hal ini memang cukup menjadi hambatan mengingat tujuan ekonomi kreatif itu sendiri yang bertujuan masuk ke kancah internasional. Namun setidaknya pemerintah telah memberikan solusi untuk permasalahan tersebut, dengan bekerjasama dengan pihak akademisi dari perguruan tinggi di daerah untuk membantu dalam pengembangan ekonomi kreatif yang ada.

Walaupun begitu, diakui Edi jika penerapan pengembangan ekonomi kreatif memang tidak dapat dilakukan dengan cepat karena semuanya membutuhkan proses. SDM harus siap, begitu pula dengan pemerintah terkait dengan kebijakan yang dibuat. Sejauh ini masyarakat sendiri bisa mengikuti berbagai program yang telah dibentuk, salah satunya adalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. Dari program seperti ini, setiap desa dapat diberikan dana sebesar Rp 75 juta hingga Rp 100 juta untuk mewujudkan desanya sebagai desa wisata.

This post has already been read 44 times!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Switch to our mobile site