Tata Cara dan Aturan Pembentukan Koperasi

Koperasi di Indonesia didirikan untuk memenuhi dan memberikan kesejahteraan rakyat pada masanya. Walau sekarang banyak yang beralih ke Bank tetapi koperasi mempunyai peran penting dalam membangun kesejahteraan rakyat. Bagaimana koperasi itu bisa ada dan siapa penggeraknya? Yaps, benar sekali, koperasi booming dan mulai dibicarakan saat Bapak Alm Soeharto membentuknya.

A. Pembentukan Koperasi

1. Dasar Pembentukan Orang atau masyarakat yang akan mendirikan koperasi harus mengerti akan maksud dan tujuan koperasi serta kegiatan usaha yang akan dilaksanakan oleh koperasi tersebut dalam meningkatkan pendapatan dan manfaat yang sebesar-besarnya bagi mereka. Adapaun beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembentukan koperasi adalah :

  • Orang-orang yang mendirikan dan yang nantinya menjadi anggota koperasi harus mempunyai kegiatan atau kepentingan yang sama. Hal itu mengandung arti bahwa tidak setiap orang dapat mendirikan atau menjadi anggota koperasi jika tidak ada kejelasan kegiatan atau kepentingan ekonominya. Orang-orang yang akan mendirikan koperasi tersebut tidak dalam keadaan cacat hukum, yaitu tidak sedang menjalani atau terlihat masalah atau sengketa hukum, baik dalam bidang perdata maupun pidana.
  • Usaha yang akan dilaksanakan oleh koperasi harus layak secara ekonomi. Layak secara ekonomi diartikan bahwa usaha tersebut akan dikelola secara efisien dan mampu menghasilkan keuntungan usaha dengan memperhatikan factor-faktor tenaga kerja, modal dan teknologi.
  • Modal sendiri harus cukup tersedia untuk mendukung kegiatan usaha yang akan dilaksanakan oleh koperasi. Hal itu dimaksudkan agar kegiatan usaha koperasi dapat segera dilaksanakan tanpa menutup kemungkinan memperoleh bantuan, fasilitas, dan pinjaman dari pihak luar.
  • Kepengurusan dan manajemen harus disesuaikan dengan kegiatan usaha yang akan dilaksanakan agar tercapai efisiensi dalam pengelolaan koperasi. Perlu diperhatikan mereka yang nantinya ditunjuk/dipilih menjadi pengurus haruslah orang yang memiliki kejujuran, kemampuan dan kepemimpinan, agar koperasi yang didirikan tersebut sejak dini telah memiliki kepengurusan yang handal.

 B. Persiapan Pembentukan Koperasi

  1. Pembentukan koperasi harus dipersiapkan dengan matang oleh para pendiri. Persiapan tersebut antara lain meliputi kegiatan penyuluhan, penerangan maupun latihan bagi para pendiri dan calon anggota untuk memperoleh pengertian dan kejelasan mengenai perkoperasian.
  • Yang dimaksud pendiri adalah mereka yang hadir dalam rapat pembentukan koperasi dan telah memenuhi persyaratan keanggotaan serta menyatakan diri menjadi anggota.
  • Para pendiri mempersiapkan rapat pembentukan dengan acara antara lain penyusunan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.

 C. Rapat Pembentukan :

  1. Rapat pembentukan koperasi dihadiri oleh sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) orang untuk koperasi Primer dan sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang untuk Koperasi Sekunder.
  • Rapat pembentukan dipimpin oleh seorang atau beberapa orang pendiri atau kuasa pendiri. Yang disebut kuasa pendiri adalah yang diberi kuasa dan skaligus ditunjuk oleh pendiri untuk pertama kalinya sebagai pengurus koperasi untuk memproses pengajuan permintaan pengesahan akta pendiri koperasi dan menandatangani anggaran dasar koperasi.
  • Apabila diperlukan dan atas permohonan para pendiri, pejabat Departemen Koperasi, PKM dapat hadir dalam rapat dan memberikan petunjuk-petunjuk seperlunya.
  • Dalam rapat pembentukan tersebut perlu dibahas antara lain mengenai keanggotaan, usaha yang akan dijalankan, modal sendiri, kepengurusan dan pengelolaan usaha serta penyusunan anggaran dasar/anggaran rumah tangga.
  • Anggaran dasar harus memuat sekurang-kurangnya: Daftar Nama Pendiri, Nama dan Tempat Kedudukan, Maksud dan Tujuan serta Bidang Usahanya, Ketentuan mengenai keanggotaan, Rapat Anggota, Pengelolaan, Permodalan, Jangka Waktu Berdiri, Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) dan Ketentuan mengenai sanksi.

Berbagai Sumber

This post has already been read 1110 times!

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>